
Gempa 7 Hari menjadi simbol dari fase panjang yang harus dilalui setelah bencana: hari-hari penuh ketidakpastian, evakuasi yang tergesa, kehilangan yang belum sempat dihitung, hingga upaya perlahan untuk bangkit. Ia adalah waktu yang dibutuhkan manusia untuk menata kembali dunia yang runtuh secara fisik, sosial, maupun batin.
Buku ini mencoba membaca kembali “tujuh hari” itu, bukan sebagai hitungan kalender, melainkan sebagai rentang pengalaman manusia menghadapi bencana. Ia mengajak kita melihat bahwa di balik setiap guncangan, selalu ada proses panjang untuk pulih. Dan dalam proses itulah, pengetahuan, kearifan, dan ketangguhan manusia dibentuk.